Postingan

salam

Renungan malam:           Salam (1korintus 16:1-24) 31 Desember 2020 Salam adalah sesuatu yang sangat penting. Lewat ucapan salam, sesungguhnya kita dapat menunjukkan kepedulian. Salam, bisa juga dikatakan, adalah tindakan kasih yang paling sederhana. Kita tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga untuk memberi salam. Akan tetapi, lewat tindakan kecil ini, kita sebenarnya sedang menyebarkan kehangatan cinta kasih. Oleh karena itulah, sebaiknya kita senantiasa menjadi orang yang selalu mengucapkan salam. Lewat nas ini, kita belajar bahwa salam bukan etika pergaulan semata. Lebih dari itu, salam juga bagian dari doa dan saluran cinta kasih. Lewat salam dalam tiap perjumpaan, kita menyematkan harapan kebaikan bagi mereka. Jalinan tali silaturahmi pun kian erat merekat. Salam merupakan kecupan kecil sebagai pewarna suasana dengan kehangatan cinta kepada sesama.

hidup yang berguna

Renungan pagi:          Kasih (1korintus 13:1-13) 1 Desember 2020 Saat kasih menjadi jati diri, seseorang akan memiliki kepedulian terhadap sesama sekalipun kepeduliannya tidak menghasilkan keuntungan, bahkan sebaliknya menuntutnya untuk banyak berkorban. Kerugian tidak pernah membuat pengikut Kristus jera melakukan kasih. Kita perlu menjadikan kasih sebagai lem perekat atau garam yang menghilangkan rasa tawar. Kiranya di antara kita ada jalinan persekutuan yang indah. Sekalipun karunia kita berbeda-beda, kasih Kristus mempersatukan, merekatkan, dan memberi rasa untuk bersinergi dalam berkarya bagi kemuliaan-Nya

kesombongan

Renungan malam:               Rendahkanlah dirimu(1 Korintus 1:1-21)  31 November 2020 Semua yang kita miliki saat ini, apakah itu biasa atau istimewa, besar atau kecil ukurannya menurut kita, itu semua adalah anugerah luar biasa yang berasal dari Tuhan. Dan Paulus pun berkata  "Ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."  (1:31). Sesungguhnya sebuah kasih karunia dikatakan kasih karunia karena bukan berasal dari perbuatan kita melainkan dari Sang Pemberi yaitu Tuhan sendiri. Dan itupun sudah disebutkan di dalam Alkitab.  "Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia."  (Roma 11:6). Kesombongan merupakan penyangkalan dari hal itu, karena artinya mereka berpikiran seolah-olah semua itu adalah hasil pekerjaan mereka atau beranggapan bahwa mereka atau seseorang yang mereka kenal itu...

fondasi pelayanan sejati

Renungan pagi:                Dasar dan bangunan(1 Korintus 3:1-23) 31 November 2020 Sebagai orang percaya, dasar dari seluruh pelayanan kita adalah Yesus Kristus. Landasan ini juga harus merengkuh seluruh aspek kehidupan kita. Jika pelayanan dan hidup ada di atas dasar ini, kita akan mengalami pertumbuhan. Bukan hanya dalam pelayanan, tetapi karakter kita pun turut dewasa. Pelayanan dan karakter yang dibangun di atas Kristus akan menjadi berkat bagi orang lain. Ia akan membuahkan sukacita dan pengharapan baru bagi banyak orang. Ini tentu akan mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Oleh karena itu, kita harus meletakkan segala karunia dan pelayanan di atas Yesus Kristus. Cara ini akan menyatakan kemuliaan Tuhan. Kita pun akhirnya terhindar dari ego dan ambisi pribadi.

hidup dalam ucapan syukur

Renungan malam:                  Ucapan syukur(1 Korintus 1:4-9) 30 November 2020 Pengucapan syukur dalam Kristus harus dimulai dari pemahaman dan kesadaran. Kita harus sadar tentang siapa kita di hadapan Allah. Kita wajib mengenal siapa Tuhan serta Pemimpin kehidupan kita. Tanpa pemahaman ini, maka pelayanan hanya sebatas kesibukan belaka. Pelayanan seperti itu tidak akan menarik manusia kepada Kristus. Pelayanan dan iman terkait secara erat. Pertumbuhan iman yang benar akan mengarahkan dan menuntun pelayanan untuk memuliakan Kristus. Inilah dasar yang sejati dari hidup yang bersyukur.

rencana Allah yang di siapkan

Renungan pagi:                  Hikmat yang benar(1 Korintus 2:1-16) 30 November 2020 memahami rencana Allah. Apalagi ketika kita mengalami ketidakadilan, dukacita, dan penderitaan. Kita mungkin mulai mempertanyakan rencana Allah. Dalam situasi demikianlah, kita membutuhkan pimpinan Roh Kudus. Kita mohon bantuan-Nya untuk memahami rencana Allah dalam pergulatan hidup ini. Ketika mengandalkan hikmat manusia semata, justru akan membutakan mata rohani. Akibatnya, kita tidak dapat melihat rencana agung-Nya. Sebaliknya, jika bersandar pada hikmat-Nya, kita akan beroleh kelegaan.

mengatasi perselisihan

Renungan malam:                            Perselisihan(1korintus 3:1-9) 29 November 2020 Permasalahan utama gereja hari ini bukanlah kekurangan talenta dan pelayan Tuhan. Ada perkara serius dan kerap terjadi, yaitu perselisihan dengan potensi perpecahan. Kesombongan dan iri hati jemaat Korintus masih layak kita renungkan dalam konteks gereja saat ini. Obat penawarnya hanya satu, yaitu kerendahan hati. Kita melayani Tuhan bukan mencari kemuliaan diri sendiri, tetapi kemuliaan Allah. Kita bukanlah pemilik pelayanan, melainkan hanya alat bagi kemuliaan-Nya. Kita mungkin sulit menyelesaikan seluruh perselisihan dalam gereja. Namun paling tidak, kita berupaya agar tidak menjadi bagian dari pusaran pertengkaran. Kita belajar menahan diri karena perpecahan dalam gereja adalah kerugian besar bagi tubuh Kristus.