hanya dengan bertobat

Renungan pagi:
                  Keluhan Yeremia dan jawab Allah
                   (Yeremi 12:1-17)

20 November 2020

Selingkuh rohani adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. Allah akan
murka jika ada umat-Nya yang menyembah ilah lain. Allah tidak akan
segan-segan menghukum umat-Nya demi menegakkan keadilan-Nya.

Kondisi itu terjadi juga pada masa Yeremia. Perselingkuhan rohani
bangsa Israel dengan Baal membuat Yeremia geram dan muak. Dalam
ayat 1-4, kita melihat bagaimana dia mengadu kepada Allah. Yeremia
protes, mengapa kehidupan orang-orang fasik bukan bertambah suram,
malah bertambah mujur. Semakin jahat perbuatan mereka, semakin
berlimpah kekayaan mereka. Karena itu, Yeremia meminta Allah
memberikan keadilan kepada bangsa Israel. Dalam 7-13, Allah
menjawab Yeremia dengan janji bahwa Allah akan membinasakan bangsa
Israel dengan cara membiarkan Israel dijajah oleh bangsa lain.
Kejahatan Israel sudah tidak dapat ditolerir lagi oleh Allah.
Bangsa Israel menyembah Baal, dan itu berarti pemberontakan
terhadap Allah. Hati mereka telah menyimpang dari Allah.
Penyembahan mereka kepada berhala membuat tanah yang ditempati
mereka menjadi ternoda (8-11). Allah menyatakan tidak akan ada
damai bagi Israel (12). Mereka akan mengalami kesusahan hidup.
Segala usaha yang dilakukan oleh mereka akan sia-sia. Apa yang
mereka tanam hanya menghasilkan penderitaan (13). Namun dibalik
penghukuman-Nya, Allah menjanjikan pemulihan terhadap bangsa
Israel. Dalam ayat 14-17, jelas terlihat bahwa Allah bukan hanya
akan memulihkan status Israel sebagai bangsa, tetapi juga
memberkati mereka dengan berlimpah secara jasmani. Hal itu
dimungkinkan terjadi jika bangsa Israel mau kembali taat dan
beribadah kepada Allah.

Besarnya hukuman bagi penyembah berhala menjadi peringatan keras untuk
tidak memperhamba diri terhadap sesuatu yang bukan Allah. Jika ada
sesuatu yang menempati nomor satu di dalam hidup kita selain
Allah, itu pun merupakan perlawanan terhadap Allah. Untuk itu,
tidak ada jalan lain selain bertobat dan kembali kepada Allah.
Hanya itulah yang akan memulihkan hubungan kita dengan Allah.