tidak ada pengampunan
Renungan malam:
Mengenai orang filistin(Yeremia 47:1-7)
12 November 2020
Dua pasal berikut berfokus pada Babel. Babel dibahas panjang lebar
karena terkait dengan situasi terkini Yehuda. Pada masa Yeremia,
sesuai dengan kehendak Allah, Babel dipakai sebagai alat
penghukuman atas Yehuda.
Berita mengenai Babel ini justru kontras dengan berita mengenai
bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain selalu diperhadapkan pada
musuh dari utara, yaitu Babel sebagai alat Tuhan menghukum. Namun,
di sini Tuhanlah yang menjadi lawan si musuh dari utara tersebut.
Dengan Babel menerima penghukumannya, sebenarnya hanya Tuhan
satu-satunya yang Adikuasa. Semua bangsa tunduk kepada-Nya. Hal
ini merupakan kabar baik bagi Yehuda dan Israel, karena justru
godaan terbesar mereka ialah bergantung pada kekuatan politik dan
militer bangsa lain daripada kepada Allah mereka.
Berita pertama mengenai penghukuman Babel (2-3) merupakan kabar baik
bagi umat Tuhan. Mereka yang harus menderita di pembuangan karena
dahulu memberontak kepada Tuhan (6-7), yang kini dalam isak tangis
mereka mencari Tuhan (4-5), akan mendapatkan bahwa Tuhan sudah
kembali mengasihi mereka. Dosa-dosa mereka sudah diampuni,
kesalahan mereka dihapus (20).
Babel harus dihukum karena mereka sudah bersikap kurang ajar kepada
Tuhan (31-32) dengan merampok umat-Nya (11). Tindakan kegarangan
dan kekejaman Babel sangat berlebihan (bdk. Hab. 1:17) dan
menunjukkan kesombongan mereka atas kekuatan mereka sendiri (Hab.
1:9-11).
Bagaimana Babel akan dihukum Tuhan? Suatu bangsa dari utara mereka
dipakai Tuhan untuk menghancurkan mereka (3, 9-10, 14-16, 21-30).
Dalam sejarah kita tahu gabungan pasukan Media-Persialah yang
Tuhan pakai menghancurkan Babel (lihat Dan. 5:28).
Tuhan berdaulat memakai siapa saja menjadi alat-Nya, baik untuk
menghukum maupun memberkati. Namun, alat Tuhan harus tunduk kepada
Tuhan, cara-Nya, dan kekudusan-Nya. Baiklah kita yang sudah
dianugerahi keselamatan oleh-Nya, bersedia dipakai-Nya dengan
sepenuhnya tunduk kepada-Nya.
karena terkait dengan situasi terkini Yehuda. Pada masa Yeremia,
sesuai dengan kehendak Allah, Babel dipakai sebagai alat
penghukuman atas Yehuda.
Berita mengenai Babel ini justru kontras dengan berita mengenai
bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain selalu diperhadapkan pada
musuh dari utara, yaitu Babel sebagai alat Tuhan menghukum. Namun,
di sini Tuhanlah yang menjadi lawan si musuh dari utara tersebut.
Dengan Babel menerima penghukumannya, sebenarnya hanya Tuhan
satu-satunya yang Adikuasa. Semua bangsa tunduk kepada-Nya. Hal
ini merupakan kabar baik bagi Yehuda dan Israel, karena justru
godaan terbesar mereka ialah bergantung pada kekuatan politik dan
militer bangsa lain daripada kepada Allah mereka.
Berita pertama mengenai penghukuman Babel (2-3) merupakan kabar baik
bagi umat Tuhan. Mereka yang harus menderita di pembuangan karena
dahulu memberontak kepada Tuhan (6-7), yang kini dalam isak tangis
mereka mencari Tuhan (4-5), akan mendapatkan bahwa Tuhan sudah
kembali mengasihi mereka. Dosa-dosa mereka sudah diampuni,
kesalahan mereka dihapus (20).
Babel harus dihukum karena mereka sudah bersikap kurang ajar kepada
Tuhan (31-32) dengan merampok umat-Nya (11). Tindakan kegarangan
dan kekejaman Babel sangat berlebihan (bdk. Hab. 1:17) dan
menunjukkan kesombongan mereka atas kekuatan mereka sendiri (Hab.
1:9-11).
Bagaimana Babel akan dihukum Tuhan? Suatu bangsa dari utara mereka
dipakai Tuhan untuk menghancurkan mereka (3, 9-10, 14-16, 21-30).
Dalam sejarah kita tahu gabungan pasukan Media-Persialah yang
Tuhan pakai menghancurkan Babel (lihat Dan. 5:28).
Tuhan berdaulat memakai siapa saja menjadi alat-Nya, baik untuk
menghukum maupun memberkati. Namun, alat Tuhan harus tunduk kepada
Tuhan, cara-Nya, dan kekudusan-Nya. Baiklah kita yang sudah
dianugerahi keselamatan oleh-Nya, bersedia dipakai-Nya dengan
sepenuhnya tunduk kepada-Nya.